PEMBERDAYAAN EKONOMI REMAJA ISLAM BERBASIS KEWIRAUSAHAAN SYARIAH UNTUK MENDUKUNG SDGS TANPA KEMISKINAN DI KECAMATAN SEMANU

Gunungkidul, 28 Juli 2025 – Sebagai bagian dari upaya untuk mendorong penguatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan untuk menghapus kemiskinan, sebuah kegiatan pemberdayaan ekonomi yang berbasis kewirausahaan syariah dilaksanakan di Kenteng RW08, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul. Kegiatan ini melibatkan 30 orang remaja Islam yang antusias mengikuti berbagai pelatihan dan pembekalan yang bertujuan untuk memperkenalkan mereka pada prinsip-prinsip kewirausahaan yang sesuai dengan ajaran syariah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 28 Juli 2025, dan difokuskan pada pemahaman tentang pentingnya kewirausahaan yang tidak hanya mengutamakan keuntungan ekonomi, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai keadilan, kesejahteraan, dan keberkahan sesuai dengan prinsip syariah. Pembekalan tersebut bertujuan agar para peserta dapat membuka peluang usaha, meningkatkan keterampilan, dan mengurangi potensi kemiskinan melalui kewirausahaan yang beretika dan berkelanjutan.

Pelatihan kewirausahaan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dirancang untuk memberikan keterampilan praktis dalam memulai dan mengelola usaha berbasis prinsip syariah kepada remaja Islam di Kecamatan Semanu. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah agar para peserta dapat memahami konsep business model yang tidak hanya menguntungkan tetapi juga memberikan dampak positif dalam memberdayakan keluarga dan masyarakat sekitar. Selain itu, program ini diharapkan dapat mendorong partisipasi aktif remaja dalam menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi ketergantungan pada pekerjaan konvensional yang kadang kala tidak sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Dalam pelatihan ini, para peserta diberikan pemahaman tentang bagaimana menjalankan usaha kecil yang berbasis pada kejujuran, transparansi, dan berbagi keuntungan yang adil. Pelatihan ini disampaikan oleh Dr. Mustofa, M.Sc, seorang akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Yogyakarta (FEB UNY). Dalam sesi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut, Dr. Mustofa menjelaskan berbagai konsep dasar kewirausahaan syariah, pengelolaan modal usaha dengan prinsip halal, serta strategi dalam mengembangkan usaha di tengah tantangan ekonomi global. Peserta juga dilatih untuk membuat perencanaan usaha yang solid dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada di Kecamatan Semanu. "Melalui kewirausahaan syariah, kita tidak hanya bisa menciptakan keuntungan ekonomi, tetapi juga memberikan kontribusi bagi pengurangan kemiskinan di sekitar kita. Semoga kegiatan ini memberikan inspirasi dan motivasi bagi para remaja untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi pengusaha yang berperan aktif dalam perubahan ekonomi yang lebih adil," jelas Dr. Mustofa dalam paparannya.

Kegiatan ini disambut baik oleh para peserta. Banyak dari mereka yang mengaku merasa mendapatkan banyak manfaat, terutama dalam hal pemahaman tentang pentingnya menjalankan bisnis yang tidak hanya menguntungkan, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat. Siti Aisyah, salah seorang peserta, mengungkapkan, "Pelatihan ini memberikan wawasan baru bagi saya. Sebelumnya saya hanya tahu sedikit tentang bisnis, tetapi setelah mengikuti pelatihan ini, saya merasa lebih siap untuk memulai usaha sendiri, terlebih dengan prinsip syariah yang sangat relevan dengan kehidupan saya. "Peserta lainnya, Muhammad Arif, juga menambahkan, "Saya belajar bahwa menjalankan bisnis tidak hanya tentang mencari untung, tetapi juga tentang bagaimana kita bisa memberi manfaat kepada orang lain. Ini adalah hal yang penting dan sesuai dengan ajaran agama yang saya yakini." Dengan semakin berkembangnya jumlah pengusaha muda di masyarakat, diharapkan program ini dapat mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi, serta memberikan dampak positif yang signifikan bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya remaja di Kecamatan Semanu. Para peserta pelatihan ini juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang tidak hanya berbicara soal kemajuan ekonomi, tetapi juga berbicara tentang etika bisnis yang mendukung tercapainya SDGs Tanpa Kemiskinan. Ke depan, kegiatan pemberdayaan ini direncanakan untuk terus berlanjut dengan berbagai pelatihan tambahan yang lebih mendalam mengenai pengelolaan keuangan, pemasaran produk, dan pengembangan usaha berbasis syariah lainnya, guna menciptakan lebih banyak wirausahawan muda yang siap memberikan kontribusi untuk ekonomi lokal yang lebih baik.