Tim Peneliti UNY Dorong Penguatan Koperasi Merah Putih di DIY Lewat Pendampingan Tata Kelola dan Digitalisasi

YOGYAKARTA — Dalam upaya memperkuat ekosistem ekonomi berbasis desa, tim pengabdi dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk "Pelatihan Pengelolaan Koperasi Desa (Koperasi Merah Putih) di Daerah Istimewa Yogyakarta".

Program strategis ini dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Endang Mulyani, M.Si. sebagai Ketua Pelaksana, bersama anggota tim peneliti Dr. Lilia Pasca Riani, S.E., S.T., M.Sc. dan Dr. Yuni Mariani Manik, S.Pd., M.Pd., serta didukung oleh Drs. Supriyanto, MM. dan tim mahasiswa. Inisiatif ini difokuskan untuk mengakselerasi kapasitas pengelolaan 438 Koperasi Merah Putih di DIY agar mampu beroperasi secara profesional, transparan, akuntabel, dan berbasis teknologi.

Ketua Pelaksana PkM UNY, Prof. Dr. Endang Mulyani, M.Si., menegaskan pentingnya penguatan kapasitas manajerial di tingkat pengurus. Keberadaan badan hukum saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan kemampuan operasional yang solid di lapangan.
"Legalitas dan pembentukan badan hukum Koperasi Merah Putih merupakan langkah awal yang baik, namun kunci keberlanjutannya terletak pada kapasitas manajerial para pengurus. Melalui pelatihan dan pendampingan berbasis fungsi POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), pengelolaan keuangan yang akuntabel, serta pemanfaatan teknologi digital sederhana, kami ingin memastikan koperasi desa ini benar-benar mampu menjadi motor penggerak ekonomi warga dan mendukung tercapainya pencapaian desa tanpa kemiskinan," ujar Prof. Dr. Endang Mulyani, M.Si. saat menyampaikan materi pelatihan.

Rangkaian kegiatan yang meliputi Focus Group Discussion (FGD), simulasi pembukuan keuangan, hingga pemetaan unit usaha berbasis potensi lokal ini menyedot antusiasme tinggi dari para pengurus koperasi mitra. Model pelatihan dan pendampingan yang dirancang oleh tim UNY dinilai sangat aplikatif dan menjawab tantangan nyata yang dihadapi pengurus saat ini.

Salah seorang perwakilan peserta dari pengurus Koperasi Merah Putih mengungkapkan rasa optimistisnya terhadap model pengelolaan yang ditawarkan. "Model tata kelola dan sistem digitalisasi yang dirancang oleh tim peneliti UNY ini sangat sesuai dengan kebutuhan mitra saat ini. Selama ini kami cukup kesulitan dalam hal pembukuan keuangan yang rapi dan penentuan arah strategi usaha. Dengan adanya pendampingan dan skema yang aplikatif ini, kami menjadi lebih percaya diri untuk mengelola unit usaha koperasi secara transparan, akuntabel, dan berdaya saing," ungkap salah satu peserta pelatihan.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan mitra koperasi desa, program ini diharapkan dapat mencetak tata kelola Koperasi Merah Putih yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kontribusi nyata pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tags: